Proyek Jumelai PT Pertamina Hulu Mahakam Mulai On Stream Mendukung Peningkatan Produksi Gas
JAKARTA – 20 Mei 2022. PT Pertamina Hulu
Mahakam (PHM) didukung Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak
dan Gas Bumi (SKK Migas), PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina Hulu
Indonesia (PHI) selaku induk usaha meresmikan on stream proyek pengembangan
Lapangan Jumelai yang menjadi bagian dari Proyek Jumelai, North Sisi, North
Nubi (JSN) di Lapangan Senipah-Peciko-South Mahakam (SPS), Kecamatan Samboja,
Kabupaten Kutai Kertanegara pada Jumat (20/5).
Seremoni ini menandakan dimulainya aliran gas
dari anjungan JML1 di Lapangan South Mahakam ke Lapangan SPS. Acara peresmian
on stream Proyek Jumelai dilakukan secara simbolis oleh Deputi Operasi SKK
Migas Julius Wiratno di Control Room Lapangan SPS. Dalam sambutannya, Julius
menyampaikan bahwa produksi gas dari proyek ini diperkirakan sebesar 45 MMSCFD
(juta kaki kubik per hari) dan kondensat 710 BCPD (barel kondensat per hari).
“Dengan produksi yang cukup besar, maka
produksi dari Lapangan Jumelai menjadi salah satu penopang kebutuhan migas
nasional sekaligus sebagai penggerak roda perekonomian bagi masyarakat
Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur,” kata Julius.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama
PHI, Chalid Said Salim, menyampaikan bahwa Proyek Jumelai merupakan proyek
Green Field pertama dari PHM yang beroperasi di tahun 2022.
“Proyek ini mulai dilaksanakan pada bulan
Juni 2020, dengan penandatangan kontrak dengan mitra kerja PHM yaitu PT. Meindo
Elang Indah. Tercatat sekitar 4.6 Juta safe manhour dan tanpa LTI telah dicapai
oleh tim Project selama pekerjaan berlangsung dan hal ini merupakan sesuatu
pencapaian yang luar biasa,” jelas Chalid.
Dalam kurun waktu dimulainya hingga akhir,
proyek ini dilaksanakan dalam kondisi pandemi COVID19, tetapi tetap dapat
diselesaikan dengan baik dan aman. “Untuk itu kami mengapresiasi untuk seluruh
Perwira yang sudah bekerja dengan baik dalam menyelesaikan proyek ini,” imbuh
Chalid.
Dalam sambutannya saat peresmian, General
Manager PHM Krisna menjelaskan bahwa Proyek JSN adalah bukti nyata komitmen PHM
untuk terus berinovasi dan melakukan optimasi dalam memenuhi kebutuhan energi
nasional. “Hal ini tentu tidak dapat diraih tanpa dukungan penuh dari SKK
Migas, PHE, dan PHI selaku induk usaha,” imbuh Krisna.
“Diperkirakan on stream pertama sumur JUM-102
di anjungan JML1 ini adalah sebesar 20 MMSCFD, akan terdapat 3 sumur yang
nantinya dialirkan ke JML1. Dengan beroperasinya anjungan JML-1, kami
perkirakan produksi gas PHM akan dapat naik ke level 530 MMSCFD sebagai
produksi harian, bergerak naik dibandingkan produksi harian rata-rata PHM
hingga akhir April 2022 yang sebesar 494 MMSCFD,” pungkas Krisna.
Saat ini anjungan JML1 memiliki desain
kapasitas produksi hingga 45 MMSCFD. Dengan rencana beroperasinya 3 anjungan
Proyek JSN, diharapkan akan mampu memproduksikan gas sebanyak 135 MMSCFD dan
menopang produksi migas dari WK Mahakam sebesar 20 persen pada tahun 2024.
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merupakan
anak Perusahaan PHI yang menjalankan operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah
Kerja Mahakam di Kalimantan Timur. PHM bersama
anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya berkomitmen menjalankan operasi
migas yang selamat, handal, patuh dan ramah lingkungan serta mendukung
pemerintah daerah dalam peningkatan kapasitas dan ekonomi masyarakat melalui
program pemberdayaan masyarakat yang ramah inovatif dan berkelanjutan.(pk)